Risa lagi seneng gara-gara sebelumnya
pergi bersama harry. Apakah ke bahagiaan risa masih berlanjut sampai hari ini?
Esoknya sehabis mereka jalan
bersama
Semenjak hari itu Risa selalu tersenyum, Moodnya sedang baik.
“ehehehehehe” dia tertawa kecil entah seperti sudah tidak waras lagi. Vita dan
dea (teman baik risa) meneriaki nama nya di depan telinga nya langsung “RISA !
OI RISA !” tetapi risa tidak merespon nya walau hanya sebuah kedipan mata. Kenapa
dengan risa sebenarnya?
Risa Pov
Risa Pov
Entah? Aku sangat senang hari ini. Apalagi saat harry mengambilkanku boneka di claw machine itu. Tiba-tiba rasa geli datang dari pinggangku.
“ahahahahah. Geli geli” ternyata rasa geli di tubuhku disebabkan oleh Vita. Ya dia
memang sangat jahil. Dea saja pernah di gelitiki oleh dia sampai tidak bisa
berdiri dan perut nya sakit.
“woi ngapa ketawa-ketawa ris” sahut vita
“eh? Aku habis jalan kemarin minggu bersama Harry kita ke ….”
“Harry? Anak berandalan itu? Yang tampangnya penuh dengan
luka itu?” potong dea
Oh tidak aku keceplosan bicara … bagaimana ini ….. apa mereka
akan memarahiku?
“ehehe iya”
Mereka membisu sebentar dan saling bertatapan satu sama lain
seperti sebuah bahasa tubuh.
“sejak kapan kau dekat dengannya” Tanya vita padaku
“eum sekitar 1 bulan yang lalu”
“kamu tidak di apa-apakannya kan?” Tanya dea
“engga aku gapapa kok serius”
“asal cowok itu ga nyakitin risa gapapa lah de, biarin aja
mereka untuk dekat satu sama lain” ucap vita
“iya vit, btw hubungan kamu dengan harry sejauh mana ris” Tanya
dea. Penasaran
“kita Cuma temen kok. Soalnya kita menjalani rutinitas
seperti layaknya teman. Jalan bersama, saling berbagi, selalu kemana pun
bersama-sama”
“dasar si bodoh ini” vita menggelengkan kepalanya dan menghela
nafas pelan. Aku tak mengerti. Kenapa vita bilang ‘BODOH’ padaku? Kenapa?
“dengerin ya ris. Kalian itu beda” omong dea. beda? Darimana nya
yang beda de?
“kita sama kok. Sama sama manusia apanya yang beda?”
“anak ini” vita memukul meja yang berada di sebelahnya.
“maksudnya. Kamu ini wanita sedangkan dia pria. Apa wajar
sepasang pria dan wanita melewatkan waktu bersama tapi hubungan mereka hanya
sebatas teman. Tidak lebih?” ucap dea
Aku tak mungkin bilang kan kalau aku ini ‘Budak’ nya harry
kepada mereka? Lebih baik aku diam saja. Bruk sebuah tangan mendarat pas di
muka ku “gue cari dari tadi. Ayo pergi tinggalin mereka” ini kan suara harry? Oh
iya aku ada janji dengannya selalu menemaninya ke kantin. Harry pun menggengam
tanganku dan menerobos vita dan dea. “maafkan aku, lain waktu ku jelaskan”
kataku kepada vita dan dea yang mendadak mematung. Aku memandang wajah harry
lekat-lekat, wajahnya bersih tanpa luka menghiasi.
“kamu gak berkelahi lagi har”
“ya engga lah kan gue dah janji sama lo” cetuk nya
Eh? Dia tidak berkelahi karna janji itu? Ternyata dia tidak
berdusta. Kami sampai di kantin, harry sudah menentukan bangku yang akan kami
duduki. Ia menduduki bangku itu, Kakinya diangkat di atas meja. “beliin gue
permen lollipop dan cepat kembali” suruhnya. Aku langsung menuju warung di seberang
tempat yang ia duduki. “kasian banget cewek itu mau aja di budakin sama harry. Gue
mah kalau jadi dia bakal lapor guru” “idih guru-guru aja takut sama harry. Mau lapor
sama siapa lagi” cetuk orang-orang yang berada di sekitar kami. Jangan menilai
orang hanya dari covernya saja, harry itu baik asal kalian tau. Permen lollipop
yang ia minta sudah ada di dalam genggamanku, aku bergegas menuju tempat harry.
Eh … ternyata ada batu? Aku tersandung dan siap untuk mendarat jatuh ke tanah,
aku menutup mataku karna takut melihat langsung. Eh? Kok tidak sakit? Bahkan empuk.
Aku mencoba membuka mataku perlahan-lahan. Badan? Siapa yang aku timpa? “bodoh.
Makanya kalau jalan hati-hati” suara seorang lelaki. Seperti suara Harry?. Memang
itu suara harry ! “eh, anu harry maafkan aku” malunya. Aku bisa mati karna malu
kalau seperti ini, ah bodohnya aku.
Harry PoV
Lama sekali, padahal dia Cuma membeli lollipop dan lagi
orang-orang disini tidak mau bersahabat denganku. Mereka mengunjing ku tanpa
henti, Kalian mau ku hajar satu-satu? Daripada aku marah dengan mereka lebih
baik ku susul cewek itu.
Aku akhirnya menemukannya … “ho ….” Dia sepertinya tersandung,
apa aku harus menolongnya?. Ah bodoh tak ada lagi waktu untuk berfikir. Secepat
kilat aku menjatuhkan diriku di bawahnya agar dia menimpa badanku dan tidak
merasakan sakit.
Brug …
Ternyata dia lumayan berat. “hey bodoh, kalau jalan hati-hati”
ketusku. Seperti biasa dia hanya berkata ‘eh?’. Ah eh ah eh, cepatlah berdiri
kau itu berat tahu.
“CIEEE. Kalau mau bermesraan jangan di kantin dong. Disini banyak
yang masih single” ledek seorang wanita. Dan gara-gara ledekan wanita itu semua
orang menyoraki kami. Karna aku tak tahan karna malu aku menyilangkan lenganku
seperti tameng saat aku berkelahi untuk menutupi mataku. Bodoh kenapa cewek ini
tidak bangun-bangun? Apa dia juga merasakan malu sepertiku? Ahhhh sudah dong
meledeknya, oke oke aku mengaku kalau aku kalah kali ini.
No comments:
Post a Comment