Wednesday, May 22, 2013

Author Notes season Sekolahan (loh?)

OIIIIIII megane Hime hereee ~~~~

maaf ya jarang ngelanjutin ep ep mueheheheeh ._.v


Hime lagi ga MOOD untuk bikin ~_~ entah karna apa.


ide seret. ga ngucur walau hanya se tetes ~_~v wkakakakkakakakakakkaka gomenasai minna '0')/


betewe maaf buat kremes ep ep yang hime buat ASDFGHJKLZXCVBRUAKAKAKAKAAKAK jangan sakit hati ya lol xD biar seru harus ada sambelnya mes biar makin hot ep ep buatan hime nya (eh) wkakakakakaka

tenang mia ga bakal hime restuin jadi tempat cinta harry berlabuh pada akhirnya wkkakakakak oh iya udah deh hime mau solat dulu (jreng)








Keep healthy ne ~~~









with love,





Megane Hime

Risa Harry Another story: When we First Meet part.6 (Devil .... I Love you)


Risa jadi ingin selalu bertemu harry? Loh? Kenapa ya?






Risa POV

Kenapa ya akhir-akhir ini aku jadi suka rindu harry ya? Padahal saat istirahat kami selalu bersama. dia sudah makan belum ya? Atau jangan-jangan dia tidak masuk? Aaaaa aku akan memastikannya. Aku tak perduli walau pun ada seorang guru di dalam kelas ku. Aku lari mencari harry walau itu hanya seuntas bayangannya saja. Harry kamu dimana? Rasa rindu ini tak terobati lagi. Seorang guru BP memergoki ku berlari tak tentu arah tujuan dan meninggalkan jam pelajaran. yah sebut saja guru itu Yani.

“Risaaaa kenapa kau keluar sebelum jam pelajaran berakhir?”
“eh? Anu bu …. Anu ….”
“anu apa? Cepat kembali ke kelasmu sebelum ibu hukum”
“sa … sa …. Saya mau ke toilet bu !”
“toilet itu ada di dekat lapangan, Bukan disini. Sudah jangan banyak alasan CEPAT KEMBALI KE KELASMU”

Aaaaaa sial kenapa harus ketahuan ibu itu sih. Terpaksa aku mengambil jalan memutar, aku benar-benar ingin bertemu harry.
Gubrak !
 “risaaa ~” suara lembut memanggil nama ku. Suara siapa itu? Suaranya sangat asing di telingaku. “risaaaaa ~ risaaa ~ bangun hayo bangun ~” dia menyuruhku untuk bangun, aku membuka pelan mataku
JRENG !
Vita? …..

“WOY buset dah risa, Dibangunin dari tadi ga bangun-bangun. Udah teriak-teriak juga” teriaknya
“eh? Kok aku tidur disini. Kapan kamu bangunin aku? Aku di bangunin sama suara wanita. Lembut deh suara nya”
“darimananya risa. Yang daritadi bangunin  kamu Cuma vita” jawab dea
“ha? Serius? Terus itu suara siapa?”
“kuntilanak yang mau ngambil alih tubuhmu kali” ledek vita
“Hush ! jangan ngomongin gituan di daerah sini ah. Kan katanya anak-anak  eskul  sering liat ‘itu’ disini” cetuk dea
“eh seriusan? Dea jangan gitu ah aku takut”
“DOR !” suara vita mengagetkan ku dan dea. Kami berdua berlari meninggalkan vita, entah apa alasan kami berlari mungkin kami terbawa suasana (?)


Harry POV

Mana nih si cewek itu, ga muncul-muncul kan ini detik-detik waktunya istirahat.
BRUGH !
Seseorang menabrak punggungku, Siapa sih? “heh kalau jalan hati-hati ….” Aku menghentikan ucapanku dan mulai menoleh kearah orang yang menabrakku. EH cewek itu !!! “eh anu maaf har aku ga liat-liat hehe ayuk ke kantin” ucapnya. Aku mengajak nya ke kantin. Nafas nya terengah-engah, mukanya juga merah dan agak tertunduk, ada apa dengan nya?.

 Sesampainya di kantin sampai ke kantin.

“lo mau makan apa? Gue beliin deh.”
“eh” kejutnya, “tidak usah. Aku bisa beli sendiri” lanjutnya
“ah kan lo gitu. Jangan sungkan lah sama gue. Pokoknya lo tunggu disini gue mau mesen sesuatu. Jangan pergi ! awas lo kalau pergi”

Aku belikan dia sebuah roti dan susu. Kenyang tidak ya? Ah sudahlah biarkan.

“nih abisin ya.”
“em … iya har” ucapnya
“lo kenapa sih? Sakit ya? Muka lo merah tuh” aku pun memegang dahinya
“engga kok serius.” Dia melepaskan tanganku dari dahinya
“lo serius? Gue kan jadi agak …”
“agak apa har?”
“ya lo tau sendiri ….. ah tau ah lupakan”

Dia ga tau apa aku khawatir? Apa dia pura-pura ga tau? jadinya sok ngetes-ngetes gitu?  Ah udahlah.

Dan saat menoleh. Aku melihat bola mengarah ke sini. Ku menutup mataku
……..
Kok ga sakit?
BRUG

Cewek itu? “BODOH BANGET SIH INI ORANG” aku menggendongnya ke uks dengan secepat kilat


Risa PoV

Aku dimana? Tadi kan ada bola mau menghantam harry. Terus kenapa aku disini?

“HEH BODOH” ujar harry
“kenapa sih lo selalu melakukan hal bodoh kayak gini Cuma demi gue?” ketusnya
“karna aku suka kamu har”

Degh !
Terucap ! kata-kata aneh dari bibirku. eh? Kenapa aku? Kenapa tiba-tiba aku mengucapkan kata-kata itu? Aku …… aku suka sama harry?

“apa? Elo suk…..”

“Harry ~~~” terdengar suara seorang perempuan memanggil nama harry. Seorang wanita yang modis aku tidak kenal dengannya .

“Har ~ ayuk pulang” ucap wanita itu

Pulang? Buat apa? Kenapa dia kenal harry? Sejak kapan harry dekat dengan orang lain?

“oh iya. Gue lupa ngasih tau ke elo. kenalin dia ini Mia, Pacar gue ahahaha kerjaan lo bakalan nambah deh. Baik baik ya dengan dia” ucap harry.

HA?
APA?
GA MUNGKIN ….
DIA? PACAR HARRY? 

Thursday, May 16, 2013

Le Mirai Nikki MEME


._.v Anee-chan Gomenasai ;-;

lol that was not my true feelings ....





sorry ....



















ya bukan karna aku mau apa atau apa cuma emang harus menghilangkan weird attitude karna dia membuat saya gila !!!!!
di dalam hati yang terdalam dia ga ada bahkan memikirkan dia pun presentasi hanya 5% dari 100%



MAAFFFFFF









MUNGKIN DARI SIKAP GUE EMANG TERLIHAT SEPERTI ITU. TAPI GUE ITU UDAH BENAR-BENAR CLEAR SAMA PERASAAN INI. MY BODY GET WEIRD BECAUSE OF HIM. BUT IN MY DEEPEST HEART, HE'S NOT THERE !


PROBABLY YOU KNOW IT. THANKYOU FOR YOUR ATTENTION. I'M REALLY SORRY FROM MY DEEPEST HEART






saya sadar kok sadar makanya mulai tadi 16-05-2013 saya sudah tidak ngeledekim you and 'him' again ;-;






















sorry for my mistake 'beeepp'-eonnir 




and sorry i'm bad for engrish ;-;







keep healthy, arraseo ?








with love,





Megane Hime

Wednesday, May 15, 2013

curhatan sang author yang ingin menemukan cinta muehehehe ._.v *seketika muntah*

Hello Humans



megane Hime here =)))))))) panggil hime aja. saya bingung dengan ori fict saya, mood lagi jelek nih buat nulis lol ==v jadi aku nge share curhatan curhatan saya aja ya


nih Hime lagi suka sama orang nih sebut saja 'piiip' eh salah wkakakak kalau kayak gitu ga enak oke oke panggil saja 'Penguin' iya pinguin yang jalannya unyu gitu semacam keberatan badan. nah hime sebenarnya agak bingung sama perasaan hime sendiri, selepas MOVE ON (di caps biar greget) hime jadi ga tentu arah gini. suka sih suka sama 'Penguin' tapi bingung. kalau sama yang lalu udah ilang tertutup salju tebal lol. apalagi hime tau temen hime suka sama dia dan 'EMANG GA PERNAH ILANG' =b cieeee jadinya urusan gampang buat hime untuk mup on. makasih ya =b

tapi hime bingung sama perasaan hime sendiri. mungkin hime hanya sekedar 'nge fans' sama dia :/ dan ga lebih dari itu. abis kalau ketemu sama dia hime jadi salting kayak ketemu idola. harusnya kalau bener-bener suka harusnya hime itu ga histeris kayak liat 'abang gareki abang Sebastian adik ciel abang lelouch abang suzaku dan abang abang lainnya (lol kebanyakan :v) dan saat tau 'Penguin' punya pacar hime ga terlalu gimana gitu walau agak 'sedikit' sakit lol (jujur nih) dan jujur hime ga terlalu peka dengan keberadaan dia. hime bener-bener belum mengerti dia. jadi hime harus gimana ya ._.v pengen mundur tapi kalau ga punya orang yang disuka hime jadi kurang semangat gitu ._. hidup tanpa cinta bagai masakan tanpa garam *eaaa huehehheheh segitu dulu ya curhat hime. makasih banget yang mau baca ampe abis lope deh =')

semoga yang baca sehat selalu, Amin =')))))))











with love,


Megane Hime

Tuesday, May 14, 2013

Author Notes 'ㅂ')/~

Yuhuuuu Megane Hime here 'ㅂ')/










maaf kalau OriFiction saya (?) tidak patut untuk dipost atau semacamnya. ya maklum saya newbie di dunia ini dan saya membuat fanfict eh orifict hanya untuk membuang ide ide deras yang mengalir di otak saya ke tempat yang lebih pantas huehehehehehe =3


kesamaan nama,karakter,cerita dan tempat hanya kebetulan belaka. jika cerita ini bener-bener sama kayak apa yang anda alami. berarti fanfict ini eh orifict ini lagi ingin berbagi tentang anda 'ㅂ')/ kritik dan saran? monggo sangat diterima disini =3






btw big thanks to my Krunchy Fams yang membantu saya mencurahkan ide-ide fantastic dan luar biasa gila ini. lav yeu all 'ㅂ')/~






untuk para Megane Ouji nya Krunchy Family. please jangan lihat postingan ini karena postingan ini haram di baca untuk kalian, karena postingan ini ga bagus buat mata kalian. nantinya malah bkin min kalian nambah trololololololol.










yosh Makasih banyak buat orang yang mau menghargai, menikmati, membaca postingan-postingan saya =') huehehehehehe semoga kalian semua sehat selalu
























with love,


Megane Hime 'ㅂ')/~

Risa Harry Another story: When we First Meet part.5 (When that Devil fallin' down)


Risa lagi seneng gara-gara sebelumnya pergi bersama harry. Apakah ke bahagiaan risa masih berlanjut sampai hari ini?





Esoknya sehabis mereka jalan bersama


Semenjak hari itu Risa selalu tersenyum, Moodnya sedang baik. “ehehehehehe” dia tertawa kecil entah seperti sudah tidak waras lagi. Vita dan dea (teman baik risa) meneriaki nama nya di depan telinga nya langsung “RISA ! OI RISA !” tetapi risa tidak merespon nya walau hanya sebuah kedipan mata. Kenapa dengan risa sebenarnya?




Risa Pov

Entah? Aku sangat senang hari ini. Apalagi saat harry mengambilkanku boneka di claw machine itu. Tiba-tiba rasa geli datang dari pinggangku. “ahahahahah. Geli geli” ternyata rasa geli di tubuhku disebabkan oleh Vita. Ya dia memang sangat jahil. Dea saja pernah di gelitiki oleh dia sampai tidak bisa berdiri dan perut nya sakit.

“woi ngapa ketawa-ketawa ris” sahut vita
“eh? Aku habis jalan kemarin minggu bersama Harry kita ke ….”
“Harry? Anak berandalan itu? Yang tampangnya penuh dengan luka itu?” potong dea

Oh tidak aku keceplosan bicara … bagaimana ini ….. apa mereka akan memarahiku?

“ehehe iya”

Mereka membisu sebentar dan saling bertatapan satu sama lain seperti sebuah bahasa tubuh.

“sejak kapan kau dekat dengannya” Tanya vita padaku
“eum sekitar 1 bulan yang lalu”
“kamu tidak di apa-apakannya kan?” Tanya dea
“engga aku gapapa kok serius”
“asal cowok itu ga nyakitin risa gapapa lah de, biarin aja mereka untuk dekat satu sama lain” ucap vita
“iya vit, btw hubungan kamu dengan harry sejauh mana ris” Tanya dea. Penasaran
“kita Cuma temen kok. Soalnya kita menjalani rutinitas seperti layaknya teman. Jalan bersama, saling berbagi, selalu kemana pun bersama-sama”
“dasar si bodoh ini” vita menggelengkan kepalanya dan menghela nafas pelan. Aku tak mengerti. Kenapa vita bilang ‘BODOH’ padaku? Kenapa?
“dengerin ya ris. Kalian itu beda” omong dea. beda? Darimana nya yang beda de?
“kita sama kok. Sama sama manusia apanya yang beda?”
“anak ini” vita memukul meja yang berada di sebelahnya.
“maksudnya. Kamu ini wanita sedangkan dia pria. Apa wajar sepasang pria dan wanita melewatkan waktu bersama tapi hubungan mereka hanya sebatas teman. Tidak lebih?” ucap dea

Aku tak mungkin bilang kan kalau aku ini ‘Budak’ nya harry kepada mereka? Lebih baik aku diam saja. Bruk sebuah tangan mendarat pas di muka ku “gue cari dari tadi. Ayo pergi tinggalin mereka” ini kan suara harry? Oh iya aku ada janji dengannya selalu menemaninya ke kantin. Harry pun menggengam tanganku dan menerobos vita dan dea. “maafkan aku, lain waktu ku jelaskan” kataku kepada vita dan dea yang mendadak mematung. Aku memandang wajah harry lekat-lekat, wajahnya bersih tanpa luka menghiasi.

“kamu gak berkelahi lagi har”
“ya engga lah kan gue dah janji sama lo” cetuk nya

Eh? Dia tidak berkelahi karna janji itu? Ternyata dia tidak berdusta. Kami sampai di kantin, harry sudah menentukan bangku yang akan kami duduki. Ia menduduki bangku itu, Kakinya diangkat di atas meja. “beliin gue permen lollipop dan cepat kembali” suruhnya. Aku langsung menuju warung di seberang tempat yang ia duduki. “kasian banget cewek itu mau aja di budakin sama harry. Gue mah kalau jadi dia bakal lapor guru” “idih guru-guru aja takut sama harry. Mau lapor sama siapa lagi” cetuk orang-orang yang berada di sekitar kami. Jangan menilai orang hanya dari covernya saja, harry itu baik asal kalian tau. Permen lollipop yang ia minta sudah ada di dalam genggamanku, aku bergegas menuju tempat harry. Eh … ternyata ada batu? Aku tersandung dan siap untuk mendarat jatuh ke tanah, aku menutup mataku karna takut melihat langsung. Eh? Kok tidak sakit? Bahkan empuk. Aku mencoba membuka mataku perlahan-lahan. Badan? Siapa yang aku timpa? “bodoh. Makanya kalau jalan hati-hati” suara seorang lelaki. Seperti suara Harry?. Memang itu suara harry ! “eh, anu harry maafkan aku” malunya. Aku bisa mati karna malu kalau seperti ini, ah bodohnya aku.




Harry PoV

Lama sekali, padahal dia Cuma membeli lollipop dan lagi orang-orang disini tidak mau bersahabat denganku. Mereka mengunjing ku tanpa henti, Kalian mau ku hajar satu-satu? Daripada aku marah dengan mereka lebih baik ku susul cewek itu.

Aku akhirnya menemukannya … “ho ….” Dia sepertinya tersandung, apa aku harus menolongnya?. Ah bodoh tak ada lagi waktu untuk berfikir. Secepat kilat aku menjatuhkan diriku di bawahnya agar dia menimpa badanku dan tidak merasakan sakit.

Brug …
Ternyata dia lumayan berat. “hey bodoh, kalau jalan hati-hati” ketusku. Seperti biasa dia hanya berkata ‘eh?’. Ah eh ah eh, cepatlah berdiri kau itu berat tahu.
“CIEEE. Kalau mau bermesraan jangan di kantin dong. Disini banyak yang masih single” ledek seorang wanita. Dan gara-gara ledekan wanita itu semua orang menyoraki kami. Karna aku tak tahan karna malu aku menyilangkan lenganku seperti tameng saat aku berkelahi untuk menutupi mataku. Bodoh kenapa cewek ini tidak bangun-bangun? Apa dia juga merasakan malu sepertiku? Ahhhh sudah dong meledeknya, oke oke aku mengaku kalau aku kalah kali ini.

Krunchy Family by me

kayaknya Kriuk udah jadi suka sama 'Pangeran Pinguin' beneran deh. abis gimana ya pertamanya Kriuk cuma suka sama 'Pangeran Pinguin' buat perlarian tapi lama-lama jadi addict gini sama dia ya ampun apa ini namanya 'KARMA' buat Kriuk karna mainin perasaan ya -_- ya tapi tak apalah karna 'si SAMPAH' punya nya si Krispi Huehehehehehe :3 Bulir-Bulir jeruk di hati Krispi yang tadinya tinggal 1 bulir sekarang menjadi Pulpy Orange *eh nyebut merek* ==v  dan siap dinakmati asam manis segarnya CINTA trololololol ~
terus kabar cinta nya Kremes lagi kurang baik =( gara-gara si MIA dan pengaruh FF nya si Krispi ahahahaha =))))

that lol. Andhestia Tri Kemalasari: Keluarga Krunchy (lagi)

Andhestia Tri Kemalasari: Keluarga Krunchy (lagi): Hai! Keluarga Krunchy bikin heboh nih!!! masa Krispi suka sama "bekas" *kaya sampah? eh... emang sampah deh! wakakak* orang yan...

Risa Harry Another story: When we First Meet part.4 (Devil Skill)


Risa diajak pergi oleh Harry. Kira-kira risa mau dibawa kemana ya? Dan mau diapakan risa?
Mari capcus lol









Harry Pov

Mana nih si cewek itu. Aku sudah menyuruhnya datang dengan tepat waktu. Apakah dia tidak datang? Grrr jangan sampai aku kehabisan kesabaran.

“Harryyyyyy, maaf bis yang tumpangi tadi mogok dijalan” ya, suara cewek itu
“lo bodoh atau apa sih gue udah nunggu lo 45 menit yang lalu tau gak”
“hah? 45 yang lalu? Tapi kan kita janjian ontime 5menit yang lalu, kenapa kamu datang 45 menit yang lalu?” jawabnya bingung

degh ! aku terhening sejenak memikirkan perkataannya. Iya, benar juga kenapa aku datang sangat lebih awal dari waktu yang di janjikan. Padahal kan janjian ontime 5 menit yang lalu. Kenapa aku se antusias ini? “eng ….. ya sudah lah ga usah mikirin itu lagi, ayuk jalan. Temenin gue”. Baru beberapa langkah kami berjalan dia sudah menanyakan tujuan perjalanan kami. “Har, kita mau kemana? Kamu belum bilang kita mau kemana”. Aku hanya terdiam dan mencoba menggenggam tangannya alih alih takut dia kabur meninggalkanku. Sudah beberapa menit kita berjalan, dia menatapku kebingungan, tenanglah kau takkan aku culik atau di selundupkan untuk dijual di luar negeri. diamlah sebentar lagi kita akan sampai.



“Mall?” serunya
“iya, emang lo kira kita bakalan kemana?”
“aku kira kamu akan mengajakku ke daerah geng-geng motor, club, perkumpulan preman atau semacamnya” ucapnya
“ya ga mungkin lah gue ngajak lo ke tempat risih kayak begituan. Gue aja ga suka tempat kayak gitu”
“eh? Aku kira kamu suka ke tempat seperti itu?”
“gak lah lo ada-ada aja sih, walaupun gue trouble maker bukan berarti gue kayak anak ga didik. dasar bodoh” ucapku sambil menyentuh dahinya dengan jari telunjukku
“ehhhhh serius kamu ga suka hal-hal seperti itu? Syukurlah ihihi” senyum indah terpancar dari bibirnya mendengar bahwa aku tidak suka tempat seperti itu, dia itu bodoh atau apa sih?. Aku mempercepat langkah dan mengajak ke sesuatu lorong di mall tersebut, ya ini jalan menuju tempat favorit ku. Tadah, ini dia game center … Tempatku favoriteku.

“game center!” sahutnya.
“iya game center, gue lebih suka tempat kayak gini dibandingin yang lo sebutin tadi”
“eum…. aku mau naik itu” tunjuknya ke wahana Merry-Go-Round.

Yang benar saja? Masa aku harus menaiki itu bersama nya? Apa kau tak melihat umur dan tubuhmu yang tidak cukup muat untuk menaiki itu? Dasar Sibodoh ituuuu ! ya Tuhan. Dia pun menarik tanganku menuju wahana itu. Jreng akhirnya aku naik wahana itu, aku pasti terlihat sangat bodoh. Anak-anak di sekitar game center itu tertawa melihatku, grrr kalau kau bukan anak anak akan ku lempar mulutmu itu dengan sepatuku. Aku menoleh melihat cewek itu, dia terlihat sangat senang. What? Masa dia senang menaiki wahana anak bayi seperti ini?. “HAH sudah ! aku mau menaiki wahana lain !” aku pun turun dari merry-go-round dan menarik tangannya menuju boxing game machine. “Lihat ini, aku akan menunjukanmu kehebatanku” aku yakin akan membuat new high score! 1…. 2 …. 3…. Aku pukul mesin itu dengan sekuat tenaga. Yak aku pasti dapatkan highscore ! dan ku buat dia takjub padaku. ‘tengneng ~ wow fantastic new highscore’ suara machine game itu mengelegar dan menandakan bahwa akulah pencetak high score baru. Tickets pun keluar. Sudah jelas banyak tiket yang keluar. Cewek itu mengambil tiket yang tidak berhenti keluar dari mesin itu, “wah ini banyak sekali har” Dia memungutinya dengan wajah sangat bahagia. Dia lebih takjub dengan tiket nya dibandingan kehebatanku? Dasar cewek itu…
 Sesudah selesai mengambil tiket itu aku pun menuju racing game machine, hitung-hitung sebagai rasa kangenku pada balapan. Saat aku selesai aku tak melihat cewek itu disampingku, kemana dia? Tau gitu aku terus genggam tangannya. Apa dia sudah pulang karena bosan disini? Ah tidak mungkin. Lebih baik aku cepat-cepat mencarinya atau dia benar-benar pulang, kulihat ada seorang wanita sedang berdiri di  mesin mengambil boneka. Sepertinya itu si cewek itu, Tidak salah lagi. Aku menghampirinya pelan-pelan, apa dia ingin boneka itu? Yang benar saja. Lagi-lagi dia lupa kodrat dia bahwa dia sudah menjadi wanita yang tak pantas lagi bermain boneka seperti itu.

“eh elo. Ngapain disitu?”
“aku ingin boneka itu tapi itu tidak bisa har. Padahal itu koin terakhirku”lirihnya
“bodoh” aku ambil koin dari kantung celana ku. Aku masukan koin itu dan mencoba mengambil boneka yang dia inginkan. Ini tidak terlalu sulit, kau hanya perlu memilih boneka yang kau ingin pilih dan dan mencapitnya. Bingo ! aku dapatkan boneka itu, dan ku lihat air muka cewek itu sudah lebih baik daritadi.

 “hey bodoh, ini boneka lo. lain kali kalau minta bantuan panggil gue”
“untukku? Wah Terimakasih. Tapi aku tak mau merepotkanmu har” ucapnya senang
“udahlah, pokoknya lo jangan sungkan lagi sama gue. Ngerti?”
“iya aku ngerti” dia menggendong boneka yang baru saja kudapatkan dan juga memegang tiket untuk di tukarkan ke kasir.




Risa Pov

Yessss. Harry mendapatkan boneka yang sangat aku inginkan itu. kenapa dia jago sekali dengan segala permainan di game center ini? Untuk mendapatkan boneka itu saja aku harus menghabiskan semua koinku, bahkan semua koin yang ku habiskan tidak mendapatkan apapun. Hari ini sangat menyenangkan walaupun mengorbankan banyak koinku. Aku dan harry pun segera menuju kasir untuk menukarkan tiket yang sangat banyak ini.

“ini banyak sekali. pasti ini karena kamu kan har” ucap mbak kasir itu sambil menghela nafas
“lalalala, Abis mesin-mesin mu payah. Baru juga ku mainkan sekali eh aku mendapatkan high score” sombongnya
“kalau ada banyak yang seperti mu main di tempatku. Aku bakalan rugi besar” kasir itu menggeleng-gelengkan kepalanya”

Tiket itu pun kami tukarkan dengan sepasang gelang yang sepertinya mahal. Mereka sangat pantas di lengan kami, aku terdiam dan memikirkan apakah kami bisa disebut sebagai teman? Teman itu selalu berbagi dan jalan bersama seperti ini kan?. “oi” seseorang berkata sambil memukul pelan pundakku, Itu suara harry. “eh? Iya?” kagetku. “ngapain ngelamun? Ayuk jalan lagi” ucap harry. Kami pun bergegas pergi lagi dan di perjalanan harry menggandeng tanganku erat-erat.

Monday, May 13, 2013

Risa Harry Another story: When we First Meet part.3 (Angel Behind Devil Mask)


Hari berikutnya lol Risa mulai mau deketin harry nih gimana ya kelanjutannya. Apakah Harry pada akhirnya bakalan luluh? yuk kita lihat selanjutnya




Risa PoV
‘Ris …. Risaaaaaa’ teriak vita membangunkanku. ‘eh vita ada apa? aku sedang tidur nih’
‘ada anak tauran di lapangan kayaknya seru nih lol. Liat yuk’
Aku pun bergegas ke lapangan bersama vita melihat siapakah sosok yang sedang berkelahi di tengah kerumunan manusia-manusia itu. Aku pun menerobos lautan manusia-manusia itu agar bisa melihat lebih jelas siapakah yang membuat kekacauan ini. Yak ! sedikit lagi aku bisa melihat siapa kah gerangan orang tersebut. Glek aku melihat sesosok lelaki yang sepertinya aku kenal ya siapakah anak itu. Akupun berfikir dahulu untuk mengingat siapakah lelaki itu. Hmmm Harry? Itukan Harry ! apa? Dia berkelahi? Di sekolah? Yang benar saja. ‘HARRYYYYYYYY!’ teriakku. ‘ha? Hey bodoh gue lagi kelahi. Ada penjahat yang harus gue basmi dari sekolah ini’. Bruk hantaman benda tumpul yang berbentuk seperti kayu atau entahlah itu aku tidak bisa melihat terlalu jelas. Yang pasti benda itu mengenai harry yang seperti sudah setengah sekarat. Tanpa berfikir panjang aku pun berlari menuju medan pertempuran itu dan mencoba menyelamatkan harry.
‘cukuuuuppppp, sudah apa kamu tak melihat dia sudah terluka parah karena  pukulanmu itu’ teriakku
‘apa urusanmu? Ini masalahku dengannya lebih baik kau minggir atau akan mematahkan tulangmu dengan tanganku ini’ ucap pria itu
‘aku tidak takut, kau boleh mematahkan seluruh badanku asalkan kau berhenti memukuli nya’
‘berani nya kau !’ ucap lelaki itu, lantang
 aku ingin menangis. Dari banyaknya lautan manusia yang melihat kami tidak ada yang mau membantu? Vita kemana? Aku takut, entah dia akan mematahkan tangan ataupun kakiku. Aku menutup mataku agar kesakitan itu tidak ku lihat dengan mata kepalaku sendiri, karna jika aku melihatnya hanya akan membuatku lebih merasakan sakit yang lebih lama dan trauma tentunya.
‘hey bung kau ini berurusan denganku. Bukan dengannya.  Hampir saja kau menyentuh boneka porselenku yang berharga ini dengan tangan kotormu itu. Untung aku belum terlambat’ pekiknya sambil tertawa kecil. harry? Itu suara harry kan? Aku mencoba membuka mataku pelan-pelan. Kulihat dia menepis tangan lelaki itu dengan keadaan nya yang sudah terhuyung-huyung.
‘harry biarkan aku yang mewakilimu’
‘lo bodoh atau apa sih, ga mungkin lah lo yang maju mewakili gue. Mau dibawa dimana martabat gue sebagai cowok? Lagian kan ini juga urusan gue. Mendingan lo mundur daan liat, gue bakal ngasih dia perhitungan’ ucap harry yang mencoba meyakinkanku
Tuhan, aku mohon selamatkanlah dia. Aku mohon Tuhan, aku akan memberikan apapun asalkan dia selamat batinku. Pertandingan dilanjutkan Harry pun menendang perut lelaki itu seketika lelaki itu langsung jattuh tersungkur dan tak bergerak lagi.
‘Cuma segini? Cih kukira kau kuat, kalau begitu aku tak perlu berpura-pura  kesakitan dulu ahahaha. Uhuk…  uhuk ….’ Harry dengan Sombongnya. Darahpun keluar dari mulutnya dan membuat bibirnya kemerahan dan pada akhirnya dia pun jatuh tersungkur ke tanah.

Harry Pov
Aku sudah tidak kuat lagi. Punggung dan rusuk ku terasa sangat sakit. Aku ingin berbaring sebentar.
‘Harry…. Harrryyyyyyyy’ suara itu sayup-sayup terdengar di telingaku, ya suara si cewek itu. samar-samar kulihat wajahnya yang semakin lama hampir pudar dari penglihatanku.

Brukkk ….




aku mulai membuka mataku perlahan-lahan. Hng? Dimana ini? ‘eh sudah sadar?’ ucap seseorang lembut. Suara wanita? Lagi-lagi cewek itu lagi.
‘ini dimana? Kok gue bisa disini?’ aku mencoba untuk duduk dengan perlahan.
‘ini di uks. Hey ! jangan bergerak dulu.’ ucapnya
‘gue Cuma  mau duduk ! gamau kemana-mana’
‘yasudah kamu duduk dulu ya aku mau mengambil segelas air untukmu’ dia langsung berlari meninggalkanku.
???????. dasar, ternyata pukulannya sakit juga. Ya jelas saja aku hanya melawan nya dengan tangan kosong dan tanpa perlindungan apapun dan banyak sekali perban mengikat tubuhku. Belum juga dahiku sembuh sudah ada luka lain saja, menyusahkan.
‘harry ~~~  ini dia, minum dulu’ suara cewek itu? Cepat sekali dia mengambil air. Ku teguk air di dalam gelas yang dibawakannya. Akhirnya aku minum juga, pertarungan itu membuatku sangat haus.
‘kenapa sih kamu berkelahi terus?’ Tanya nya spontan
‘kenapa lo nanya itu? Yang pasti gue ga bakal jawab pertanyaan lo itu’
‘kenapa kamu ga berhenti saja?’ pinta nya
‘kenapa lo mau gue berhenti? Yang berantem kan gue ga ada urusannya kan sama lo’
‘emang ini bukan urusanku tapi aku ….. aku khawatir. Apa kamu ga kasihan sama tubuhmu sendiri’
‘Lo mau gue berhenti? Boleh dengan 1 syarat, yaitu; lo harus jadi pembantu gue seumur hidup !’
‘oke. asal kamu ga berkelahi lagi’ dari perkataannya sepertinya dia serius. Emang itu cewek beneran mau jadi pembantu? Biar aku tidak berkelahi lagi? Otaknya sudah tak waras


Risa Pov
Eh ngomong apa sih aku ini. kok aku setuju aja dengan syarat yang dia berikan? Ya sudah asal dia tidak berkelahi lagi. Pertanyaan liar melintas di fikiranku. ‘anu harry kamu kenapa sih berkelahi dengan pria itu?’
Seketika hening …. Apa dia tidak mau mengatakannya?  
‘….. dia menyakiti anak kucing yang sering ada di dekat air mancur sekolah, padahal anak kucing itu tidak mengganggunya. Ya gue ga suka lah cara dia nyakitin makhluk lemah, jadi ku hajar dia’
Eh? Eh?! EH ?!?!?! demi seekor ANAK KUCING? Dia berkelahi sampai meregang nyawanya sendiri? Tapi kalau di fikir-fikir ternyata dia benar-benar baik. Mungkin menjadi pembantunya tidak terlalu buruk juga ihihi.

Risa Harry Another story: When we First Meet part.2 (Devilish attitude)


Hari selanjutnya … mereka jadi sering bertemu.  apakah itu takdir atau hanya kebetulan? *jrennnggggg* *gujes gujes* hanya author dan Tuhan yang tau lol.



Harry PoV
Aku bertemu lagi gadis yang pernah membantuku masuk ke sekolah lewat gerbang samping. Siapa ya namanya? Aku lupa mungkin karna luka di dahi ku yang terlihat sangat jelas walau ku tutupi plester? Luka ini diberikan dari pentolan sekolah lain saat aku membela sekolahku yang mengakibatkan aku amnesia sampai tak bisa menghapal nama orang. Ya bisa kau lihat sendiri aku ini pahlawan sekolahku dari gunjingan busuk sekolah sekolah lain yang saat mengganggu ketenangan telingaku  tapi guru-guru tidak menghargai usaha ku untuk membela sekolah , harusnya mereka berterimakasih denganku. Dengan mengorbankan badanku demi membela sekolah ini. Ya sudahlah apa peduliku?.
Tap .. tap … suara langkah kaki hendak menghampiriku. Who? Apa dia ingin mengajakku berkelahi? Tak mungkin, berani sekali dia. Tapi suaranya langkah kakinya makin lama makin mendekatiku ‘kau yang dibelakang. Apa yang kau butuhkan dariku. Cepat bicara atau aku akan menghajarmu’. ‘anu  … harry maaf’ suara nya seperti ku kenal, tapi siapa? Aku tak bisa mengingatnya. Aku pun menoleh ke sumber suara itu. Ha? Cewek yang waktu itu. Mau ngapain dia ‘eh elo, ada urusan apaan sampe ngikutin gue segala’ ketusku. ‘anu harry kakimu sudah gapapa?’ tanyanya takut. ‘lo liat sendiri, gue ga pake tongkatkan?. Artinya gue gapapa’. ‘eung gitu ya, syukurlah eh kepalamu ….’ dia mencoba menyentuh dahi ku, seketika aku tampar tangannya ‘mau apa lo? Jauhin tangan lo dari dahi gue’ ‘tapi itu plestermu mau lepas’ isaknya sambil memegang tangan yang ku tampar. mungkin itu sakit, aku lepas control karena selama ini tak ada yang pernah menyentuhku selain orangtua ku yang sekarang entah dimana. ‘apa peduli lo? Gue ga perlu bantuan lo, makasih tapi gue GA BUTUH !’ aku pun bergegas meninggalkannya sendiri. Dan saat aku meninggalkan nya aku dihantui rasa bersalah. Mengapa aku sangat jahat padanya, apa itu melukai perasaannya? halah sudah lah kenapa aku harus memikirkannya.



Risa Pov
Aduh sakit …. Aku hanya ingin membetulkan plesternya, tapi kenapa aku di hajarnya? Kukira dia baik. Huh ya sudah, mungkin moodnya sedang jelek saat ini. Lebih baik aku ke kelas karena sebentar lagi pelajaran akan dimulai. 

Risa Harry Another story: When we First Meet part.1 (Devil Smile)


                Hembusan angin menerpa  kami berdua yang sedang duduk di suatu bukit ‘surgaaaa, aku suka tempat ini har. Kamu?’. ‘hm? Iya gue juga kok’ jawabnya. ‘eh kamu inget ga pertama kali kita ketemu?’ tanyaku lembut. ‘ha? Lupa tuh wkwkw’ jawabnya kaget. ‘ih gimana sih masa lupa nih ya aku ceritain’

               Suatu pagi yang cerah. Aku berlari  melawan angin demi mengejar bunyi lonceng sekolah yang sudah berdentang keras sekali di daun telingaku. ‘ dek pintu nya sudah di tutup mendingan kamu pulang deh’ ketus  penjaga sekolah. ‘ tapi …. Tapi pak’  cemasku. ‘ga ada tapi. Silahkan belok kiri terus lurus itu pintu keluarnya. Better luck next time’ ledek pak penjaga. Huffttt aku hanya telat 1menit, gimana nih ibu pasti akan memarahi ku kalau aku pulang. ‘srek’ bunyi  pintu gerbang yang hendak ingin dibuka secara paksa. Dimana asal suara itu? Apakah dari gang kecil itu? Aku pun menghampirinya. Kulihat seorang lelaki yang memakai tongkat dengan wajah babak belur. Dia melihatku lekat-lekat ‘heh elu!’ seru nya. ‘heh? Apa? Aku?’ tanyaku bingung. ‘siapa lagi? Lo doang yang disini kali. Lo mau masuk ke sekolahan ga?’ ketusnya. ‘Eh beneran nih? Lewat sini? Emang ga dikunci?’ ‘engga asal lo dorong nih pager. Susah nih, gue pake tongkat soalnya’ ‘oh iya iya’ aku pun mendorong pintu pagar yang sangat berat itu. Dan akhirnya pintu pagar seberat 50 ton itu (bah lebay) terbuka juga. YEEEEYYYY akhirnya terbuka juga aku selamat dari terkaman tajamnya perkataan ibuku. ‘nah ! kebuka juga makasih ya’ katanya lembut dan tersenyum bagaikan malaikat yang tak mempunyai dosa. Seketika ada yang bergerak di dalam tubuhku, perasaan apa ini? Hatiku sesak rasanya jantung ini serasa berhenti walau hanya sesaat. ‘woi !’ teriaknya. ‘eh? Anu? Kenapa?’ kagetku. ‘nama gue harry, kalau lo?’ Tanya nya. ‘namaku risa. Eh itu Guru ku, aku duluan ya harry?’ secepat kilat ku balap langkah kaki guru ku itu.