Risa jadi ingin selalu bertemu harry? Loh? Kenapa ya?
Risa POV
Kenapa ya akhir-akhir ini aku jadi suka rindu harry ya? Padahal
saat istirahat kami selalu bersama. dia sudah makan belum ya? Atau jangan-jangan
dia tidak masuk? Aaaaa aku akan memastikannya. Aku tak perduli walau pun ada
seorang guru di dalam kelas ku. Aku lari mencari harry walau itu hanya seuntas
bayangannya saja. Harry kamu dimana? Rasa rindu ini tak terobati lagi. Seorang guru
BP memergoki ku berlari tak tentu arah tujuan dan meninggalkan jam pelajaran.
yah sebut saja guru itu Yani.
“Risaaaa kenapa kau keluar sebelum jam pelajaran berakhir?”
“eh? Anu bu …. Anu ….”
“anu apa? Cepat kembali ke kelasmu sebelum ibu hukum”
“sa … sa …. Saya mau ke toilet bu !”
“toilet itu ada di dekat lapangan, Bukan disini. Sudah jangan
banyak alasan CEPAT KEMBALI KE KELASMU”
Aaaaaa sial kenapa harus ketahuan ibu itu sih. Terpaksa aku
mengambil jalan memutar, aku benar-benar ingin bertemu harry.
Gubrak !
“risaaa ~” suara
lembut memanggil nama ku. Suara siapa itu? Suaranya sangat asing di telingaku. “risaaaaa
~ risaaa ~ bangun hayo bangun ~” dia menyuruhku untuk bangun, aku membuka pelan
mataku
JRENG !
Vita? …..
“WOY buset dah risa, Dibangunin dari tadi ga bangun-bangun. Udah
teriak-teriak juga” teriaknya
“eh? Kok aku tidur disini. Kapan kamu bangunin aku? Aku di
bangunin sama suara wanita. Lembut deh suara nya”
“darimananya risa. Yang daritadi bangunin kamu Cuma vita” jawab dea
“ha? Serius? Terus itu suara siapa?”
“kuntilanak yang mau ngambil alih tubuhmu kali” ledek vita
“Hush ! jangan ngomongin gituan di daerah sini ah. Kan
katanya anak-anak eskul sering liat ‘itu’ disini” cetuk dea
“eh seriusan? Dea jangan gitu ah aku takut”
“DOR !” suara vita mengagetkan ku dan dea. Kami berdua
berlari meninggalkan vita, entah apa alasan kami berlari mungkin kami terbawa
suasana (?)
Harry POV
Mana nih si cewek itu, ga muncul-muncul kan ini detik-detik
waktunya istirahat.
BRUGH !
Seseorang menabrak punggungku, Siapa sih? “heh kalau jalan
hati-hati ….” Aku menghentikan ucapanku dan mulai menoleh kearah orang yang
menabrakku. EH cewek itu !!! “eh anu maaf har aku ga liat-liat hehe ayuk ke
kantin” ucapnya. Aku mengajak nya ke kantin. Nafas nya terengah-engah, mukanya
juga merah dan agak tertunduk, ada apa dengan nya?.
Sesampainya di kantin
sampai ke kantin.
“lo mau makan apa? Gue beliin deh.”
“eh” kejutnya, “tidak usah. Aku bisa beli sendiri” lanjutnya
“ah kan lo gitu. Jangan sungkan lah sama gue. Pokoknya lo
tunggu disini gue mau mesen sesuatu. Jangan pergi ! awas lo kalau pergi”
Aku belikan dia sebuah roti dan susu. Kenyang tidak ya? Ah sudahlah
biarkan.
“nih abisin ya.”
“em … iya har” ucapnya
“lo kenapa sih? Sakit ya? Muka lo merah tuh” aku pun
memegang dahinya
“engga kok serius.” Dia melepaskan tanganku dari dahinya
“lo serius? Gue kan jadi agak …”
“agak apa har?”
“ya lo tau sendiri ….. ah tau ah lupakan”
Dia ga tau apa aku khawatir? Apa dia pura-pura ga tau?
jadinya sok ngetes-ngetes gitu? Ah udahlah.
Dan saat menoleh. Aku melihat bola mengarah ke sini. Ku menutup
mataku
……..
Kok ga sakit?
BRUG
Cewek itu? “BODOH BANGET SIH INI ORANG” aku menggendongnya
ke uks dengan secepat kilat
Risa PoV
Aku dimana? Tadi kan ada bola mau menghantam harry. Terus kenapa
aku disini?
“HEH BODOH” ujar harry
“kenapa sih lo selalu melakukan hal bodoh kayak gini Cuma demi
gue?” ketusnya
“karna aku suka kamu har”
Degh !
Terucap ! kata-kata aneh dari bibirku. eh? Kenapa aku? Kenapa
tiba-tiba aku mengucapkan kata-kata itu? Aku …… aku suka sama harry?
“apa? Elo suk…..”
“Harry ~~~” terdengar suara seorang perempuan memanggil nama
harry. Seorang wanita yang modis aku tidak kenal dengannya .
“Har ~ ayuk pulang” ucap wanita itu
Pulang? Buat apa? Kenapa dia kenal harry? Sejak kapan harry
dekat dengan orang lain?
“oh iya. Gue lupa ngasih tau ke elo. kenalin dia ini Mia, Pacar gue ahahaha kerjaan lo bakalan nambah deh. Baik baik ya dengan dia” ucap harry.
HA?
APA?
GA MUNGKIN ….
DIA? PACAR HARRY?
No comments:
Post a Comment