Wednesday, May 22, 2013

Risa Harry Another story: When we First Meet part.6 (Devil .... I Love you)


Risa jadi ingin selalu bertemu harry? Loh? Kenapa ya?






Risa POV

Kenapa ya akhir-akhir ini aku jadi suka rindu harry ya? Padahal saat istirahat kami selalu bersama. dia sudah makan belum ya? Atau jangan-jangan dia tidak masuk? Aaaaa aku akan memastikannya. Aku tak perduli walau pun ada seorang guru di dalam kelas ku. Aku lari mencari harry walau itu hanya seuntas bayangannya saja. Harry kamu dimana? Rasa rindu ini tak terobati lagi. Seorang guru BP memergoki ku berlari tak tentu arah tujuan dan meninggalkan jam pelajaran. yah sebut saja guru itu Yani.

“Risaaaa kenapa kau keluar sebelum jam pelajaran berakhir?”
“eh? Anu bu …. Anu ….”
“anu apa? Cepat kembali ke kelasmu sebelum ibu hukum”
“sa … sa …. Saya mau ke toilet bu !”
“toilet itu ada di dekat lapangan, Bukan disini. Sudah jangan banyak alasan CEPAT KEMBALI KE KELASMU”

Aaaaaa sial kenapa harus ketahuan ibu itu sih. Terpaksa aku mengambil jalan memutar, aku benar-benar ingin bertemu harry.
Gubrak !
 “risaaa ~” suara lembut memanggil nama ku. Suara siapa itu? Suaranya sangat asing di telingaku. “risaaaaa ~ risaaa ~ bangun hayo bangun ~” dia menyuruhku untuk bangun, aku membuka pelan mataku
JRENG !
Vita? …..

“WOY buset dah risa, Dibangunin dari tadi ga bangun-bangun. Udah teriak-teriak juga” teriaknya
“eh? Kok aku tidur disini. Kapan kamu bangunin aku? Aku di bangunin sama suara wanita. Lembut deh suara nya”
“darimananya risa. Yang daritadi bangunin  kamu Cuma vita” jawab dea
“ha? Serius? Terus itu suara siapa?”
“kuntilanak yang mau ngambil alih tubuhmu kali” ledek vita
“Hush ! jangan ngomongin gituan di daerah sini ah. Kan katanya anak-anak  eskul  sering liat ‘itu’ disini” cetuk dea
“eh seriusan? Dea jangan gitu ah aku takut”
“DOR !” suara vita mengagetkan ku dan dea. Kami berdua berlari meninggalkan vita, entah apa alasan kami berlari mungkin kami terbawa suasana (?)


Harry POV

Mana nih si cewek itu, ga muncul-muncul kan ini detik-detik waktunya istirahat.
BRUGH !
Seseorang menabrak punggungku, Siapa sih? “heh kalau jalan hati-hati ….” Aku menghentikan ucapanku dan mulai menoleh kearah orang yang menabrakku. EH cewek itu !!! “eh anu maaf har aku ga liat-liat hehe ayuk ke kantin” ucapnya. Aku mengajak nya ke kantin. Nafas nya terengah-engah, mukanya juga merah dan agak tertunduk, ada apa dengan nya?.

 Sesampainya di kantin sampai ke kantin.

“lo mau makan apa? Gue beliin deh.”
“eh” kejutnya, “tidak usah. Aku bisa beli sendiri” lanjutnya
“ah kan lo gitu. Jangan sungkan lah sama gue. Pokoknya lo tunggu disini gue mau mesen sesuatu. Jangan pergi ! awas lo kalau pergi”

Aku belikan dia sebuah roti dan susu. Kenyang tidak ya? Ah sudahlah biarkan.

“nih abisin ya.”
“em … iya har” ucapnya
“lo kenapa sih? Sakit ya? Muka lo merah tuh” aku pun memegang dahinya
“engga kok serius.” Dia melepaskan tanganku dari dahinya
“lo serius? Gue kan jadi agak …”
“agak apa har?”
“ya lo tau sendiri ….. ah tau ah lupakan”

Dia ga tau apa aku khawatir? Apa dia pura-pura ga tau? jadinya sok ngetes-ngetes gitu?  Ah udahlah.

Dan saat menoleh. Aku melihat bola mengarah ke sini. Ku menutup mataku
……..
Kok ga sakit?
BRUG

Cewek itu? “BODOH BANGET SIH INI ORANG” aku menggendongnya ke uks dengan secepat kilat


Risa PoV

Aku dimana? Tadi kan ada bola mau menghantam harry. Terus kenapa aku disini?

“HEH BODOH” ujar harry
“kenapa sih lo selalu melakukan hal bodoh kayak gini Cuma demi gue?” ketusnya
“karna aku suka kamu har”

Degh !
Terucap ! kata-kata aneh dari bibirku. eh? Kenapa aku? Kenapa tiba-tiba aku mengucapkan kata-kata itu? Aku …… aku suka sama harry?

“apa? Elo suk…..”

“Harry ~~~” terdengar suara seorang perempuan memanggil nama harry. Seorang wanita yang modis aku tidak kenal dengannya .

“Har ~ ayuk pulang” ucap wanita itu

Pulang? Buat apa? Kenapa dia kenal harry? Sejak kapan harry dekat dengan orang lain?

“oh iya. Gue lupa ngasih tau ke elo. kenalin dia ini Mia, Pacar gue ahahaha kerjaan lo bakalan nambah deh. Baik baik ya dengan dia” ucap harry.

HA?
APA?
GA MUNGKIN ….
DIA? PACAR HARRY? 

No comments:

Post a Comment