Monday, May 13, 2013

Risa Harry Another story: When we First Meet part.3 (Angel Behind Devil Mask)


Hari berikutnya lol Risa mulai mau deketin harry nih gimana ya kelanjutannya. Apakah Harry pada akhirnya bakalan luluh? yuk kita lihat selanjutnya




Risa PoV
‘Ris …. Risaaaaaa’ teriak vita membangunkanku. ‘eh vita ada apa? aku sedang tidur nih’
‘ada anak tauran di lapangan kayaknya seru nih lol. Liat yuk’
Aku pun bergegas ke lapangan bersama vita melihat siapakah sosok yang sedang berkelahi di tengah kerumunan manusia-manusia itu. Aku pun menerobos lautan manusia-manusia itu agar bisa melihat lebih jelas siapakah yang membuat kekacauan ini. Yak ! sedikit lagi aku bisa melihat siapa kah gerangan orang tersebut. Glek aku melihat sesosok lelaki yang sepertinya aku kenal ya siapakah anak itu. Akupun berfikir dahulu untuk mengingat siapakah lelaki itu. Hmmm Harry? Itukan Harry ! apa? Dia berkelahi? Di sekolah? Yang benar saja. ‘HARRYYYYYYYY!’ teriakku. ‘ha? Hey bodoh gue lagi kelahi. Ada penjahat yang harus gue basmi dari sekolah ini’. Bruk hantaman benda tumpul yang berbentuk seperti kayu atau entahlah itu aku tidak bisa melihat terlalu jelas. Yang pasti benda itu mengenai harry yang seperti sudah setengah sekarat. Tanpa berfikir panjang aku pun berlari menuju medan pertempuran itu dan mencoba menyelamatkan harry.
‘cukuuuuppppp, sudah apa kamu tak melihat dia sudah terluka parah karena  pukulanmu itu’ teriakku
‘apa urusanmu? Ini masalahku dengannya lebih baik kau minggir atau akan mematahkan tulangmu dengan tanganku ini’ ucap pria itu
‘aku tidak takut, kau boleh mematahkan seluruh badanku asalkan kau berhenti memukuli nya’
‘berani nya kau !’ ucap lelaki itu, lantang
 aku ingin menangis. Dari banyaknya lautan manusia yang melihat kami tidak ada yang mau membantu? Vita kemana? Aku takut, entah dia akan mematahkan tangan ataupun kakiku. Aku menutup mataku agar kesakitan itu tidak ku lihat dengan mata kepalaku sendiri, karna jika aku melihatnya hanya akan membuatku lebih merasakan sakit yang lebih lama dan trauma tentunya.
‘hey bung kau ini berurusan denganku. Bukan dengannya.  Hampir saja kau menyentuh boneka porselenku yang berharga ini dengan tangan kotormu itu. Untung aku belum terlambat’ pekiknya sambil tertawa kecil. harry? Itu suara harry kan? Aku mencoba membuka mataku pelan-pelan. Kulihat dia menepis tangan lelaki itu dengan keadaan nya yang sudah terhuyung-huyung.
‘harry biarkan aku yang mewakilimu’
‘lo bodoh atau apa sih, ga mungkin lah lo yang maju mewakili gue. Mau dibawa dimana martabat gue sebagai cowok? Lagian kan ini juga urusan gue. Mendingan lo mundur daan liat, gue bakal ngasih dia perhitungan’ ucap harry yang mencoba meyakinkanku
Tuhan, aku mohon selamatkanlah dia. Aku mohon Tuhan, aku akan memberikan apapun asalkan dia selamat batinku. Pertandingan dilanjutkan Harry pun menendang perut lelaki itu seketika lelaki itu langsung jattuh tersungkur dan tak bergerak lagi.
‘Cuma segini? Cih kukira kau kuat, kalau begitu aku tak perlu berpura-pura  kesakitan dulu ahahaha. Uhuk…  uhuk ….’ Harry dengan Sombongnya. Darahpun keluar dari mulutnya dan membuat bibirnya kemerahan dan pada akhirnya dia pun jatuh tersungkur ke tanah.

Harry Pov
Aku sudah tidak kuat lagi. Punggung dan rusuk ku terasa sangat sakit. Aku ingin berbaring sebentar.
‘Harry…. Harrryyyyyyyy’ suara itu sayup-sayup terdengar di telingaku, ya suara si cewek itu. samar-samar kulihat wajahnya yang semakin lama hampir pudar dari penglihatanku.

Brukkk ….




aku mulai membuka mataku perlahan-lahan. Hng? Dimana ini? ‘eh sudah sadar?’ ucap seseorang lembut. Suara wanita? Lagi-lagi cewek itu lagi.
‘ini dimana? Kok gue bisa disini?’ aku mencoba untuk duduk dengan perlahan.
‘ini di uks. Hey ! jangan bergerak dulu.’ ucapnya
‘gue Cuma  mau duduk ! gamau kemana-mana’
‘yasudah kamu duduk dulu ya aku mau mengambil segelas air untukmu’ dia langsung berlari meninggalkanku.
???????. dasar, ternyata pukulannya sakit juga. Ya jelas saja aku hanya melawan nya dengan tangan kosong dan tanpa perlindungan apapun dan banyak sekali perban mengikat tubuhku. Belum juga dahiku sembuh sudah ada luka lain saja, menyusahkan.
‘harry ~~~  ini dia, minum dulu’ suara cewek itu? Cepat sekali dia mengambil air. Ku teguk air di dalam gelas yang dibawakannya. Akhirnya aku minum juga, pertarungan itu membuatku sangat haus.
‘kenapa sih kamu berkelahi terus?’ Tanya nya spontan
‘kenapa lo nanya itu? Yang pasti gue ga bakal jawab pertanyaan lo itu’
‘kenapa kamu ga berhenti saja?’ pinta nya
‘kenapa lo mau gue berhenti? Yang berantem kan gue ga ada urusannya kan sama lo’
‘emang ini bukan urusanku tapi aku ….. aku khawatir. Apa kamu ga kasihan sama tubuhmu sendiri’
‘Lo mau gue berhenti? Boleh dengan 1 syarat, yaitu; lo harus jadi pembantu gue seumur hidup !’
‘oke. asal kamu ga berkelahi lagi’ dari perkataannya sepertinya dia serius. Emang itu cewek beneran mau jadi pembantu? Biar aku tidak berkelahi lagi? Otaknya sudah tak waras


Risa Pov
Eh ngomong apa sih aku ini. kok aku setuju aja dengan syarat yang dia berikan? Ya sudah asal dia tidak berkelahi lagi. Pertanyaan liar melintas di fikiranku. ‘anu harry kamu kenapa sih berkelahi dengan pria itu?’
Seketika hening …. Apa dia tidak mau mengatakannya?  
‘….. dia menyakiti anak kucing yang sering ada di dekat air mancur sekolah, padahal anak kucing itu tidak mengganggunya. Ya gue ga suka lah cara dia nyakitin makhluk lemah, jadi ku hajar dia’
Eh? Eh?! EH ?!?!?! demi seekor ANAK KUCING? Dia berkelahi sampai meregang nyawanya sendiri? Tapi kalau di fikir-fikir ternyata dia benar-benar baik. Mungkin menjadi pembantunya tidak terlalu buruk juga ihihi.

No comments:

Post a Comment